PADUKAN AROMA KHAS KOPI INDONESIA DAN BUAH-BUAHAN LOKAL KARYA MAHASISWA UNIBRAW

Malang. Kafein,  kandungan utama dalam minuman kopi yang diminum jutaan penggemarnya di seluruh dunia sudah diakui memberikan dampak buruk bagi kesehatan manusia, jika dikonsumsi dalam jumlah berlebih dan  tidak dibarengi dengan penerapan pola hidup sehat.

Sementara, tingkat konsumsi buah-buahan masyarakat dunia, khususnya negara berkembang seperti Indonesia masih dirasa rendah. Padahal kandungan vitamin dan mineral yang ada dalam buah-buahan sangatlah baik dan dibutuhkan tubuh.

2 fakta inilah,  yang melatar  terciptanya kopi buah eksotis Indonesia bernama Bataco. Dari banyaknya varietas biji kopi yang beredar di dunia, kopi jenis Arabika dipilih sebagai bahan baku utama Bataco. Sedangkan buah yang dipilih  untuk campuran Bataco ada 4 macam antara lain manggis,  nanas, pisang dan sirsat.

Inovasi ini di ciptakan tim mahasiswa lintas fakultas universitas brawijaya  Yusril Fatahilmi, Elok Poikoh, Novita Kartika Kusuma Wardani,  Fajar Noor Alamsyah dan Muhammad Ibnu Fajar.

Dimana pencampurannya menggunakan teknik ekstraksi,  serta vermentasi, dalam memadukan cita rasa kopi dan buah-buaha.  Melalui bataco tim Bataco Indonesia 2019 Universitas Brawijaya,  mampu membawa pulang medali emas di International Invention and Innovative Competition 2019  di Malaysia, menyingkirkan 100 tim dari 100 negara dunia.

“Inovasi ini , selain bisa menikmati kopi, para penggemar kopi juga bisa memenuhi gizi mikro dalam tubuh. Produk ini juga diyakini dapat mencegah pengerasan pembuluh darah pemicu stroke, serangan jantung akibat efek kafein berlebih,  serta dapat meningkatkan kinerja otak untuk meningkatkan daya ingatan”  ujar Yusril Fatahilmi salah satu mahasiswa pencipta bataco.

Bahkan dalam waktu dekat, produk Bataco dalam kemasan bakal segera di rilis ke pasaran. Untuk mendekatkan diri kepada pecinta kopi,  para mahasiswa ini nantinya juga akan membuka warung kopi  di kawasan kampus Universitas Brawijaya Malang,  sebelum melebarkan sayap ke kawasan Malang Raya. (Tuhu Priono)

 

Media Kita Bersama