MENABUNG 8 TAHUN PENJUAL SAYUR KELILING NAIK HAJI

Jombang – Kesabaran  Marliah, Nenek berusia 63 tahun ini akhirnya terbayar lunas. Setelah 8 tahun penantiannya untuk dipanggil ke tanah suci Mekah. Warga asal Desa Balongbesuk Kecamatan Diwek, Jombang ini menyisihkan uang dari hasil dagangannya mejual sayur keliling.

Panggilan ke Baitullah memang tak pandang bulu. Mungkin orang lain bisa menilai, ini adalah keberuntungan sekaligus mukzizat dari Allah. Bagaimana mungkin seorang pedagang sayur yang hanya peroleh keuntungan tiap harinya sekitar Rp 60.000 dan disisihkan Rp 10.000 untuk tabungan haji mampu membawanya ke tanah suci. Apalagi, kalau bukan dari kesabaran, ketekunan, dan keikhlasan yang dijalani nenek beranak tiga dan cucu satu ini.

 

(Marliah, penjual sayur bisa naik haji)

Setiap harinya, Marliah mengangkut sayur-mayur dagangan dengan sepeda tua miliknya. Dengan cara dituntun karena beban dagangannya cukup berat, Marliah menjajaki sayur mayur dari kampung ke kampung hingga tengah hari.Sosok Marliah yang sabar ini patut menjadi teladan. Jelang keberangkatan pada tanggal 23 Juli mendatang, istri dari tukang batu Hariono ini telah mempersiapkan diri, mengemasi barang bawaannya dibantu sang suami.

Terlalu semangat akan berangkat, dengan bangga dan bersyukur Marliah pun mencoba pakaian ihram yang akan dibawa ke tanah suci. Ia juga mencoba mengenakan seragam haji nasional yang telah dibagikan kantor kementerian agama, lengkap dengan tas kecil tempat menyimpan paspor dan buku kesehatan jama'ah haji. (Rony Hartomo)

Media Kita Bersama