Mahasiswa Ciptakan Alat Pendeteksi Korban Gempa

Malang - Sekelompok mahasiswa Universitas Brawijaya Malang berhasil menciptakan sebuah alat yang bisa mendeteksi keberadaan korban gempa bumi yang tertimbun reruntuhan. Dengan alat tersebut korban gempa yang masih selamat bisa segera diketahui keberadaannya agar segera di evakuasi.

Alat pendeteksi korban gempa ini diciptakan oleh tiga mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Brawijaya Malang yakni Muhammad Riska, Satrio dan Adit. Alat pendeteksi korban gempa yang hilang ini diberi nama deoterions atau di take care of interconnected position point.

Salah satu pencipta alat tersebut, Muhammad Rizky mengaku, bahwa dia serius mampu mengetahui keberadaan korban gempa bumi yang tertimbun reruntuhan hingga jarak 100 meter. selain itu alat ini juga bisa bekerja tanpa sambungan internet karena menggunakan gelombang radio dalam oprasionya.

“Alat ini berbentuk seperti kartu yang sudah dilengkapi dengan perangkat yang mampu membaca pergerakan kartu. yang terhubung secara langsung dengan gawai dengan apliaksi khusus yang telah dirancang untuk bisa mendeteksi keberadaan korban saat kartu tersebut digerakkan”, imbuhnya.

Kedepan,  tiga mahasiswa ini akan terus menyempurnakan temuannya agar bisa dikormersilkan. Dengan tujuan agar bisa terpasang di gedung-gedung yang menjadi salah satu standar untuk pertolongan korban gempa bumi sehingga dapat meminimalkan korban jiwa akibat gempa bumi. -TP

 

Media Kita Bersama